Era informasi global abad ke-21 memberikan tuntutan dan tantangan bahwa penguasaan matematika perlu dimiliki oleh setiap orang. Penguasaan matematika yang dimaksud bukan merupakan penguasaan matematika sebagai suatu ilmu, namun merupakan kecakapan matematis yang tak terpisahkan dari kecakapan hidup untuk dapat memahami dunia di sekitarnya, persaingan global, dan keberhasilan dalam karir. Kecakapan matematis memiliki empat kompetensi umum yaitu pemahaman konsep, keterampilan prosedural, kompetensi strategis, penalaran adaptif, dan karakter produktif. Kecakapan matematis merupakan modifikasi dari pengetahuan dan keterampilan matematika. Kedua kompetensi tersebut dianggap mempunyai peran yang penting di masyarakat saat ini. Perlu adanya perluasan matematika agar tujuan kecakapan matematis dapat relevan dengan proses pembelajaran. Perluasan matematika yang dimaksud adalah memperluas perspektif matematika dari sejumlah prosedur dan fakta matematis menjadi sebuah pengetahuan yang melibatkan beberapa dimensi kreativitas dan daya juang produktif.
Hasil PISA 2022 menunjukan bahwa siswa Indonesia sangat lemah dalam kecakapan berpikir kreatif, artinya tidak dapat memodelkan situasi kompleks secara matematis, dan dapat memilih, membandingkan dan mengevaluasi strategi pemecahan masalah tepat untuk menghadapinya. Beberapa studi menunjukan bahwa instrumen yang efektif untuk mengembangkan kreativitas dan daya juang produktif siswa dalam matematika adalah dengan membentuk lingkungan belajar matematika. Permasalahannya, lingkungan belajar matematika yang sesuai kriteria tersebut tidak efisien , artinya dana yang dimiliki institusi pendidikan saat ini sepertinya tidak memungkinkan untuk dapat mengembangkan lingkungan belajar matematika yang akurat. Simulasi digital menjadi solusi alternatif dan kreatif terhadap masalah lingkungan belajar matematika tersebut.
Simulasi digital yang efektif perlu dikembangkan berdasarkan kriteria tertentu yang harus dipenuhi. Pemenuhan kriteria tersebut merupakan perwujudan dari “Serious Games”, merupakan suatu permainan yang dikembangkan secara serius, dan memiliki kompleksitas yang tinggi, dari mulai karakter, alur cerita, sampai dengan level permainan yang harus dilalui oleh pemain. Studi menunjukkan bahwa Serious Game dapat meningkatkan kecakapan dalam kreativitas matematika pada berbagai kelas matematika.
Lingkungan belajar matematika yang akurat merupakan alternatif terbaik untuk dapat melibatkan siswa dalam menghadapi tantangan terstruktur tersebut sehingga dapat menumbuhkan kecakapan berpikir kreatif siswa dalam matematika dan variabel lain yang berperan dalam menumbuhkan kemampuan tersebut. Variabel lain tersebut berhubungan erat dengan aspek afektif dan psikomotorik siswa, seperti motivasi, kemampuan kolaborasi, sifat kompetitif siswa, kecemasan terhadap matematika, dan sifat pantang menyerah dalam menghadapi setiap tantangan.
Tantangan yang tepat dan dukungan yang diberikan memberikan peluang bagi siswa untuk dapat mengembangkan strategi pemecahan masalah matematika yang efektif sehingga dapat meningkatkan kecakapan siswa dalam memecahkan masalah matematis. Selain itu, siswa yang terlibat dalam proses tantangan matematis dan mampu bertahan dalam tantangan tersebut secara tidak langsung dapat menumbuhkan daya juang produktif dan mengalami peningkatan signifikan dalam keterampilan pemecahan masalah, ketekunan, dan rasa percaya diri. Hal tersebut memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan gim Mathematics Learning Environment (MLE) berbasis Role-Playing Serious Games, yang berfokus pada pengembangan lingkungan belajar matematika yang akurat dan diintegrasikan pada sebuah gim RPG dengan cerita, karakter, dan tantangan yang dibuat secara detil dan menarik, serta dengan tujuan dapat meningkatkan kecakapan berpikir kreatif dan daya juang produktif siswa.